Jumat, 08 Mei 2015

MANFAAT MENDAKI GUNUNG



Mendaki gunung adalah kombinasi olahraga dan kegiatan rekreasi untuk mengatasi tantangan dan bahaya pada lereng dan jurang untuk mendapatkan pemandangan yang indah dari puncaknya walaupun harus melewati kesulitan ataupun memanjat tebing menjelang puncaknya. Ada beberapa alasan mengapa orang terlibat dalam kegiatan ini:

  1. Mendaki gunung adalah menyelesaikan tantangan dan mengukur kemampuan individu dalam skala yang berbeda. Orang yang mencintai petualangan, olahraga ini akan memberikan rasa antusias dan pemenuhan rasa menaklukkan dunia pada saat tiba di puncaknya. Menyaksikan pemandangan yang indah biasanya adalah hasil dari semuanya.
  2. Mendaki gunung adalah kegiatan fisik yang sangat baik untuk kesehatan. Ini merupakan bentuk latihan di mana ketika kita menikmati tantangan juga harus mengeluarkan energi yang besar pada saat yang sama. Efek dari olahraga juga akan meningkatkan kekuatan tubuh dan daya tahan.
  3. Mendaki gunung menawarkan eksplorasi keindahan alam. Sebagian besar pecinta kegiatan ini menemukan rasa cinta kepada alam bebas melalui kegiatan ini, Kegiatan ini juga membawa mereka lebih dekat kepada kebebasa dan kehidupan liar. Selain itu, perjalanan ke puncak gunung akan menyajikan keindahan alam yang begitu sempurna
  4. Mendaki gunung mengembangkan beberapa keterampilan dan melatih kita melakukan persiapan menghadapi masalah, memberikan kewaspadaan, kesabaran, kepercayaan diri, dan kerja kelompok. Dalam hal ini kegiatan mendaki gunung dapat dilihat sebagai refleksi dari kehidupan nyata di mana kita harus bekerja keras untuk mencapai tujuan kita. Menekankan disiplin begitu penting sebagai nilai tambah di setiap pendakian.
  5. Mendaki gunung juga merupakan kegiatan untuk membangun persahabatan antara sesama pendaki dan petualang. Pendakian yang menyenangkan adalah sebuah petualangan yang menyenangkan dalam berbagi dan mengikat rasa persahabatan. Kepekaan kebutuhan dalam sebuah kelompok ada akhirnya membentuk sebuah ikatan yang kuat.
  6. Mendaki gunung merupakan bentuk relaksasi. Meskipun kegiatan ini menuntut fisik yang kuat namun akan menjauhkan kita dari rasa bosan terhadap rutinitas kegiatan setiap hari. Lingkungan yang indah dapat menghilangkan stres dari besarnya tanggung jawab pekerjaan kantor dan rutinitas harian. Mendaki gunung biasanya dipakai sebagai alat keluar dari keramaian dan hiruk pikuk kehidupan kota
Berolah raga dengan mendaki gunung seperti berwisata yang tidak semua orang bisa menikmatinya karena di sini kita disuguhi pemandangan panorama alam yang asli. Selain itu ada bebrapa manfaat yang berupa non materai (profit) yang kadang tidak kita sadari :

·         Mendidik fisik dan mental lebih positif. Karena berjalan di gunung membutuhkan tenaga yang tidak sedikit dengan jalan menanjak bahkan menyusuri tebing tebing curam dan berakibat fisik menjadi lemah maka mental akan menurun. Dengan keadaan seperti ini kita di hadapkan oleh pembelajaran fisik atau jasmani agar sehat dan power untuk cepat tanggap dalam bereaksi. Mempertahankan mental walau dalam keadaan menurun karena di sini kita berhadapan dengan alam sejauh mana kemandirian kita mempertahankan hidup di alam bebas hingga terwujud jiwa patriotisme dan profesinal. Kemudian dapat mengaplikasikan kepada hidup ini bahwasannya ada susah, senang, berhasil bahkan tersandung dan jatuh.

·         Mewujudkan solidaritas bersama team. Pada umumnya mendaki gunung dengan melibatkan beberapa teman dan di sini sobat di tuntut untuk bisa saling berkerja sama dengan kompak. Dengan adanya kerja sama team yang kompak bisa meminimalis kejadian yang berbahaya (kecelakaan) sesama anggota team.


·         Mencetak jati diri yang tangguh. Intelligence (kecerdasan) akan terbentuk karena kegiatan di alam bebas membutuhkan pengetahuan dan ketreampilan tertentu, dengan ini sobat akan terlatih dengan teori teori yang secara lansung praktek dengan tidak setengah hati. Dalam pendakian karakter asli pribadi sobat akan terlihat jelas mana yang manja, pemalas, ceroboh, mementingkan diri sendiri, yang mandiri, tangguh dan lembut. Semua karakter asli sobat akan terlihat dengan sendirinya karena di gunung kita di hadapkan dengan tekan yang besar dan jelas nyata jauh dari peradaban tidak ada sang penolong selain diri kita sendiri dan teman sesama team. Untuk itulah dalam pendakian sobat di tuntut untuk kerja sama team yang tangguh agar sukses dalam pendakian bersama.

·         Aspek Exact (dengan seksama). Dalam setiap langkah pendakian sebelumnya di perhitungkan jadwal dan pembagian waktu, karena sobat harus benar benar bisa memperhitungkan waktu lamanya pendakian setelah kita membaca dan mempelajari dari peta bentuk kontur gunung yang berupa lembah, sungai, tebing curam dan puncak. Perhitungan waktu ini akan menyesuaikan kebutuhan logistic Dalam pengambilan keputusan yang tepat seperti saat cuaca tidak menentu atau bersurvival yang di mana sobat atau team dalam keadaan kritis karena tidak mendapatkan  fasilitas yang semestinya. Nah, sobat di tuntut mengambil keputusan yang tentunya cerdas, seksama dan tepat untuk mempertahankan hidup dan mengukur kemampuan diri. Usaha untuk meningkatkan kemampuan dalam mengambil keputusan ini akan membentuk karakter dewasa dan pengenalan diri baik berupa kelemahan ataupun kewaspadaan pada diri kita untuk memecahkan masalah.


·         Mensyukuri keagungan Tuhan. Segala yang ada di alam ini Tuhan menciptakan untuk kepentingan hambaNYA. Berada di puncak gunung terlihat hamparan pemandangan yang luas dan indah bisa mendorong kita untuk menjaga dan melestarikan ala mini untuk generasi mendatang. Mensyukuri kebesaran Tuhan mendidik kita untuk tidak sombong dan intropeksi diri, maka dengan sendirinya kita akan bisa menjaga kebersihan gunung dengan membawa kembali sampah yang kita bawa turun. Meskipun prilaku ini kelihatan kecil namun upaya untuk menjaga dan melestarikan alam supaya tetap lestari

Berpetualangan di gunung hutan lebat, gua, jurang terjal, tebing tebing tinggi, deras arus air tidak semuanya berpengaruh (memberi pengaruh) terhadap karakter dan pribadi sesorang. Namun menghadapi rintangan yang penuh resiko besar dan kecil di alam bebas akan mencetak orang menjadi mandiri, tabah dan tidak mudah putus asa. Sobat, nah… kebutuhn akan pengalaman baru dengan sendirinya akan kita dapat dan tentunya dengan pengalaman bisa menjadikan kita untuk bisa lebih berprestasi dan menjadi manusia yang produktif, bersikap mental positif serta dalam bertindak selalu di awali dengan niat baik. Di gunung,rimba yang buas dengan segala tantangan mengajari kita untuk berusaha menghargai kehidupan. Karena tidak ada kehidupan di dunia yang hakiki dan yang pasti berbuatlah “HIDUP ITU HARUS LEBIH DARI SEKEDARNYA”
Sobat sobat alam, mendaki gunung dan berkegiatan di alam bebas ternyata ada manfaat yang tidak bisa di nilai dengan uang, namun sobat… dengan berkegiatan di alam bebas tentunya sobat telah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit, masihkah ada sobat yang beranggapan bahwa kegiatan mendaki gunung dan di alam bebas hanya bermanfaat sebatas kegiatan olah raga saja. Dan sudahkan sepadan pengeluaran dengan manfaat yang selama ini sobat lakukan berpetualangan di alam bebas.

Bukit Jamur Bengkayang Kalimantan Barat



Bukit Jamur Bengkayang Kalimantan Barat
Memang pendakian yang telah dilalui ini tidak sehebat dan menakjubkan dibanding pengalaman di pendakian Mahameru yang mencapai ketinggian 3676 mdpl. Sejarahnya mahameru adalah sebuah gunung yang khusus bagi umat Hindu dan Budha di Indonesia pada umumnya. karena gunung ini dipersonifikasikan sebagai gunung suci yang berada di India. dalam kosmologi Hindu dan Budha Semeru berasal dari bahasa sangsekerta yang berarti Sumeru “Meru Agung” adalah pusat alam semesta baik secara fisik maupun metafisik (spiritual). Gunung ini dipercaya sebagai tempat bersemayamnya para Dewa (Siwa). Gunung ini juga dianggap sebagai “Lingga Acala” lingga yang tidak bergerak sekaligus juga berarti lingga yang bukan diciptakan oleh manusia. Dalam bahasa Jawa Kuno, Acala memang juga diartikan gunung atau karang.. Dalam Teks-teks “Purana” India yang tergolong kitab Upaweda (penjelasan lebih lanjut atas Weda) memang menyebutkan Tuhan Yang Mahatunggal bersemayam di puncak Mahameru, yang dikenal juga dengan nama Gunung Kailasa atau Gunung Himawan. Sama seperti yang pernah di katakan oleh Ken Ariestyani dalam sajaknya bersama Mahameru. “Kadang kita menemukan teman, sahabat, saudara di tempat yang tidak kita duga. Dan mungkin juga cinta. Tapi yang paling menyenangkan dalam sebuah perjalanan adalah menemukan itu semua, termasuk cinta. Apa pun bentuknya”.

Nah cukup dengan puncak mahameru yang di filmkan pada film 5cm. sekarang kita lihat didaerah kalimantan yang sebenarnya daerah kalimantan ini tidak memiliki gunung melainkan hanya bukit-bukit. Ada satu daerah yang biasa disebut Bengkayang, Kalimantan Barat. Memiliki bukit yang tidak kalah menarik dari puncak Mahameru dari gunung Semeru yaitu BUKIT JAMUR.
Bukit Jamur yang berada di wilayah Kalimantan tepatnya di daerah Kabupaten Bengkayang. Akhir-akhir tahun 2014 “Bukit jamur” yang terletak di kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat ramai dikunjungi oleh para pendaki, pengunjung Bukit jamur meningkat saat liburan natal kemarin, wisatawan berbondong-bondong berkemah di atas bukit. Bukit jamur merupakan salah satu wisata di Kalimantan Barat, tinggi nya mencapai 500 mdpl, di atas bukit kita bisa mendapatkan moment samudra awan pagi – pagi sekali. Untuk mencapai puncak bukit membutuhkan waktu sekitar 2 sampai 3 jam, di sepanjang perjalanan selama mendaki anda akan disuguhi pemandangan nan indah di sekitar bukit.
Banyak pendaki yang mendaki di bukit ini yang masih saja melanggar etika dalam mendaki yaitu menjaga lingkungan alam sekitarnya. Banyak sampah yang beserakan di daerah bukit dan kaki bukit sepanjang jalan yang dilewati saat mendaki ataupun saat menurun. Harapan kedepannya para pendaki akan sadar dengan menajaga keindahan alam dan melestarikan semua yang ada dilingkungan alam ini akan membuat bumi ini pantas untuk kita nikmati. Lalu cinta kami pada tanah borneo, semakin menjadi di ketinggian bukit Jamur, Bengkayang, Kalimantan Barat.Bottom of Form

TEMPAT WISATA KALBAR





Kalimantan Barat dijuluki “Provinsi Seribu Sungai". Itu dikarenakan mempunyai ratusan sungai besar dan kecil yang sering dilayari. Beberapa sungai besar sampai saat ini masih merupakan urat nadi dan jalur utama untuk angkutan daerah pedalaman. Sungai-sungai itu pun menyilangi kota dimana salah satunya yaitu sungai terpanjang di Indonesia. Sungai Kapuas dengan panjang 1.143 km telah membagi kota menjadi dua dan menyediakan jalur transportasi penting dan bersejarah. Kalimantan Barat juga menjadi wilayah yang dilewati langsung oleh garis khatulistiwa.

Kalimantan Barat adalah tempat tepat untuk berwisata alam, agrowisata, juga wisata budaya. Di sini tersedia wisata alam berupa pemandangan alam pegunungan, pantai laut, danau musiman, hutan tropis dengan aneka ragam flora dan fauna, hingga air terjun yang indah di Pande Kembayung dan Riam Kanebak. Untuk wisata budaya, karena Kalimantan Barat memiliki latar belakang sejarah dan aneka ragam seni dan budaya yang unik dan menarik untuk disambangi.

Meskipun sebagian kecil wilayah Kalimantan Barat merupakan perairan laut tetapi memiliki puluhan pulau besar dan kecil. Sebagian pulau kecil tersebut tidak berpenghuni dan tersebar sepanjang Selat Karimata dan Laut Natuna, berbatasan dengan wilayah Provinsi Kepulauan Riau.

Kalimantan Barat memiliki luas lebih dari 146.607 km² dan memiliki kekayaan berbagai mineral serta batu permata. Iklim dominan di wilayah ini adalah tropis dengan suhu udara minimum rata-rata 220,9°C dan maksimum 310,05°C. Musim hujan ringan terjadi bulan Maret-Mei sementara hujan pada November-Januari.

Kalimantan Barat dihuni penduduk asli Dayak dan kaum pendatang dari Sumatera, juga kaum urban dari China serta daerah lainnya di Indonesia. Suku yang Dominan Besar yaitu Dayak, Melayu, dan China. Selain itu, terdapat juga suku-suku bangsa lain, antara lain Bugis, Jawa, Madura, Minangkabau, Sunda, dan Batak.

Melihat sosial budaya Kalimantan Barat, Anda bagaikan melihat mozaik yang berdenyut dinamis. Bayangkan saja, terdapat 164 bahasa daerah, 152 di antara bahasa tersebut adalah bahasa sub suku Dayak dan 12 sisanya bahasa sub suku Melayu. Aneka ragam bahasa ini dituturkan oleh sedikitnya 20 suku atau etnis, tiga diantaranya suku asli dan 17 sisanya suku pendatang.

TEMPAT WISATA DI KALBAR



Salah satu kegiatan wisata minat khusus ( Special Interest Tourism) bersifat adventure di alam bebas  yang  di gemari dari berbagai kalangan Orang tua, dewasa atapun remaja yakni mendaki gunung. Bila anda menonton Film 5 CM yang disutradarai  oleh “ Rizal Mantovani ” yang diadaptasi dari “ Novel 5cm”  karya  “Donny Dhirgantoro” dengan cerita yang sedeharna dan menampilkan latar belakang keindahan bentang alam Indonesia  yang di kemas secara rapi dan menarik, Anda akan mengetahui bahwa di Negara Indonesia ini terdapat banyak tempat dengan bentang alam yang tidak kalah dengan di luar negeri.   
Ya, bisa dikatakan bahwa film ini dapat memicu terjadi ledakan besar terhadap animo masyarakat untuk melakukan perjalanan pendakian gunung, Film yang dibintangi oleh  Harjunot Ali dan Fedi Nuril serta pendatang baru Raline Shah dan Pevita Pearce tersebut sukses memukau ribuan penggemarnya dan memberi sebuah motivasi yang tinggi bagi para pemula penggiat kegiatan di alam bebas.
Apabiila sebuah film dapat memberi motivasi terhadap keinginan setiap penonton dengan apa yang telah dilihat dan di bayangkan sehingga ia termotivasi dan ingin melakukan hal yang sama terhadap apa yang ia tonton, maka kemasan dalam film ini mampu menciptakan sebuah dorongan berbagai macam motivasi yang ada, merekapun mulai merencanakan dan berniat untuk berpergian melakukan perjalanan naik gunung.
Wisata minat khusus bersifat adventuring bisa diartikan sebuah perjalanan yang dilakukan oleh sekolompok orang untuk melakukan aktivitas kegiatan khusus yang lebih spesifik dengan  tujuan tersendiri adapun bentuk Wisata minat khusus di alam bebas seperti Mendaki Gunung ,manjat tebing ( Rock Climbing ), Susur Gua ( Caving ) dan arung jeram ( Rafting ), Selam ( Diving ) dan lain-lain yang merupakan kegiatan outdoor yang memerlukan keterampilan dan keahlian khusus untuk dapat melakukannya.
Menurut Prof. Dr. Ir. Chafid Fandeli MS kepala pusat studi pariwisata UGM  Ada beberapa kriteria yang dapat dipergunakan sebagai pedoman dalam menetapkan suatu bentuk wisata minat khusus, yaitu adanya unsur Learning yaitu kegiatan wisata yang mengarah pada unsur pembelajaran Rewarding, yaitu kegiatan wisata yang memasukkan unsur pemberian penghargaan atau mengagumi keindahan/keunikan kekayaan dari suatu atraksi yang kemudian menimbulkan penghargaan Enriching, yaitu pariwisata yang memasukkan peluang terjadinya pengkayaan pengetahuan masyarakat Adventuring, yaitu pariwisata yang dirancang sebagai wisata petualangan

Pemandangan Puncak Gunung Bawang Kab.Bengkayang Kalimantan Barat

Bila di gali lebih dalam provinsi Kalimantan Barat tentu memiliki banyak potensi obyek wisata minat khusus yang menarik untuk dikunjungi. Melihat karakteristik wisata minat khusus yang sangat fleksible sangat mungkin semua wilayah dapat menjadikan diri sebagai daerah destinasi wisata minat khusus. Potensi obyek wisata minat khusus dapat ditumbuhkan dan dikelola sedemikian rupa sehingga mampu berkembang sebagai tempat yang memiliki keunikan dan menarik minat wisatawan untuk mempelajari sesuatu.
Sudah banyak lokasi yang di datangkan oleh para pengunjung baik Internasional maupun domestik dengan berbagai macam tujuan, baik untuk penelitian, menyalurkan hobi dan menikmati keindahan hutan tropis, bentang alam, fauna dan flora. Ini tidak terlepas dari Peran serta kelompok pecinta alam maupun pemerhati lingkungan terhadap berkembangnya wisata minat khusus di Kalimantan Barat sangatlah besar, dengan sering melakukan ativitas rutin dan kegiatan berskala nasional ataupun lokal maka tidak heran bila obyek tersebut semakin sering terdengar dan dikenal.
Track jalur pendakian dengan pemandangan alam yang dilalui begitu membuat rasa decak kagum, hutan hujan tropis dengan pepohonan yang tinggi menjulang dan akar gantung yang sering di jumpai menambah nilai keindahan karakteristik gunung tersebut. Setengah perjalanan menuju puncak kita akan di manjakan dengan pemandangan air terjun 5 tingkat yang cocok buat tempat peristrirahatan ataupun tempat untuk mendirikan camp. Sebelum mencapai puncak kita akan melewati 2 gugusan puncak bukit gunung yaitu gunung Berasi dan Raja
Di puncak kita dapat menyaksikan matahari terbit ( Sunrise ) dengan ditemani udara dingin dengan segelas kopi panas sembari melihat percikan sinar cahaya matahari keluar berjalan perlahan, serta lampu kelap – kelip pemandangan kota Singkawang, Bengkayang dan kota Pemangkat yang terlihat dengan jelas, dan kita akan terasa begitu dekat dengan hamparan bintang pada saat malam hari. Pemandangan di Gunung Bawang tidak kalah dengan taman nasional lainnya yang sudah terkenal di berbagai pulau di Indonesia,  dan kita juga dapat menjumpai hutan lumut dengan akar pohon besar serta aneka ragam tumbuhan anggrek menambah kekayaan akan pemandangan di hutan lindung Gunung Bawang ini.
Lokasi kegiatan alam bebas di berbagai daerah Kabupaten lainnya tentu masih meyimpan potensi yang besar, terutama didaerah dataran tinggi dan rendah ,seperti di Bengkayang, Putusibau, Sintang, Ketapang dan Landak, Kapuas Hulu. Banyak obyek potensi wisata minat khusus alam bebas yang belum di ketahui atau di ekspose melalui media massa.
Dengan meningkatnya jumlah komunitas- komunitas kegiatan minat khusus, lingkungan dan pecinta alam di Kalimantan Barat ini sangatlah membantu dalam meyebarluaskan informasi mengenai bermacam macam kegiatan wisata minat khusus di kalangan masyarakat umum yang nantinya akan memberikan sebuah paradigma tentang pelestarian lingkungan agar semua elemen baik pelaku kegiatan, pemerintah, pengusaha dan pemangku kepentingan lainnya serta masyarakat dapat duduk bersama-sama untuk satu arah tujuan pembangunan.
Oleh karena itu peran serta pelaku kegiatan untuk bisa mengekspose hasil kegiatan yang dilakukan agar akan terjadi pemberitaan informasi mengenai obyek tersebut yang mana nantinya akan membantu pihak pemerintah dalam mengambil kebijakan dan mengkaji potensi-pontesi obyek wisata minat khusus di alam bebas yang ada di Kalimantan Barat.
Tapi yang perlu di ingat bahwa resiko terjadinya sebuah kecelakaan bisa saja dapat terjadi apabila kita tidak meminimalis dengan pengetahuan yang cukup dan terus latihan serta  kondisi stamina yang baik di dalam melakukan kegiatan di alam bebas, Seperti mendaki gunung  bukanlah  tempat untuk kita berkemah di bumi perkemahan, setiap detik bahaya akan mengancam kita, baik dari binatang maupun kondisi alam yang sulit ditebak,  berbeda dengan bumi perkemahan tempat tersebut tentu sudah dirancang untuk tempat berkemah yang aman dari bahaya yang mangancam. begitu juga dengan Panjat tebing alam merupakan kegiatan yang memiliki keahlian khusus  serta memerlukan peralatan panjat yang cukup.
 Kearifan lokal harus tetap terjaga dengan baik dimana kapasitas kemapuan setiap obyek- obyek tersebut memiliki batasan dan jangan sampai para pengunjung merusak ekosistem dan lingkungan yang ada sebab tidak semua obyek wisata minat khusus alam bebas tersebut dapat terbarukan dan ada yang tidak terbarukan.Bottom of Form