Jumat, 08 Mei 2015

MANFAAT MENDAKI GUNUNG



” Ngapain si Naik Gunung?? cape-cape jalan naik turun, sampe puncak paling lama 30 menit terus turun lagi.. ” saya pribadi sudah berulang kali mendengar kalimat itu dari puluhan orang berbeda, dan mungkin kalian pun pernah bahkan sering mendengarnya.
Lalu apa jawaban yang terlontar dari mulut kita yang memiliki hobi tersebut? Bingung? Ya, kita akan bingung menjawab pertanyaan seperti itu, karena memang belum ada alasan pasti dan penjelasan yang mampu memecahkan pertanyaan tersebut. Nah, Terus apa dong sebenarnya arti dari perjalanan dan tujuan naik gunung itu?
Kalau dilihat secara kasar, memang perjalanan naik gunung itu adalah perjalanan sia-sia yang hanya memberikan rasa capek, lelah, bahkan menghambur-hamburkan uang, Tetapi ini bukanlah masalah fisik yang bisa dipecahkan dengan argumen dan pemikiran pribadi. Karena inti dari perjalanan itu bukanlah puncak tertinggi gunung yang di daki, “Lebih dari itu, kegiatan ini adalah suatu perjalanan hati, mental, dan juga otot yang menjadi satu keadaan melalui proses yang cukup rumit dimana setiap orang akan memiliki rasa dan pemikiran berbeda yang memang sulit dijelaskan secara lisan”. Dan dengan sendirinya, walau tanpa pendidikan dan pengetahuan khusus, pengalamanlah yang membuat kita menjawab pertanyaan tersebut.
Arti sebenarnya dari perjalanan itu adalah proses yang dilewati saat melakukan perjalanan tersebut. Saat kaki sudah tak mampu melangkah dengan wajah layu melihat puncak yang kian lama terlihat semakin jauh, namun rasa ingin sampai di puncak didorong dengan mental yang tak mau kalah dengan fisik akhirnya mampu membawa kaki ini menapak puncak tertinggi perjalanan itu. Atau ketika kaki yang terus melangkah tanpa lelah namun otak dan pikiran sudah mau menyerah dan memikirkan sesuatu yang indah, “ngapain saya kesini? enak dirumah, tiduran, nonton tv dan main Playstation“. Percaya atau tidak, proses itulah yang membuat kita ketagihan dan ingin kembali merasakan derasnya keringat yang mengucur, bergetarnya kaki saat melangkah, dan perasaan bebas dari derita saat mencapai tempat yang dituju.
Dan apa tujuannya naik gunung? puncak? keinginan untuk menaklukan alam? atau hanya sekedar untuk pamer? , semua itu kembali kepada diri kita masing-masing. setiap manusia berhak menentukan jalan hidup dan tujuannya, apapun tujuannya naik gunung, siapapun berhak untuk memilihnya. Setiap orang yang bertanya tentang pertanyaan tersebut pasti juga akan heran, karena jawaban dari setiap orang tidak akan pernah sama, dan untuk mencari jawabannya hanya ada satu cara, Mendakilah, dan kalian kan temukan jawabannya dalam diri masing-masing.
  Satu lagi, sugestikan kepada diri sendiri bahwa tujuan terpenting dari pendakian itu adalah kembali pulang kerumah dan bertemu keluarga dengan selamat dan sehat wal’afiat, karena percuma jika kita mementingkan puncak gunung yang sulit diraih namun tidak bisa kembali turun kembali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar