” Ngapain si Naik Gunung??
cape-cape jalan naik turun, sampe puncak paling lama 30 menit terus turun
lagi.. ” saya pribadi sudah berulang kali mendengar kalimat itu dari puluhan
orang berbeda, dan mungkin kalian pun pernah bahkan sering mendengarnya.
Lalu apa jawaban yang terlontar dari mulut kita
yang memiliki hobi tersebut? Bingung? Ya, kita akan bingung menjawab pertanyaan
seperti itu, karena memang belum ada alasan pasti dan penjelasan yang mampu
memecahkan pertanyaan tersebut. Nah, Terus apa dong sebenarnya arti
dari perjalanan dan tujuan naik gunung itu?
Kalau dilihat secara kasar, memang perjalanan
naik gunung itu adalah perjalanan sia-sia yang hanya memberikan rasa capek,
lelah, bahkan menghambur-hamburkan uang, Tetapi ini bukanlah masalah fisik yang
bisa dipecahkan dengan argumen dan pemikiran pribadi. Karena inti dari
perjalanan itu bukanlah puncak tertinggi gunung yang di daki, “Lebih dari itu,
kegiatan ini adalah suatu perjalanan hati, mental, dan juga otot yang menjadi
satu keadaan melalui proses yang cukup rumit dimana setiap orang akan memiliki
rasa dan pemikiran berbeda yang memang sulit dijelaskan secara lisan”. Dan
dengan sendirinya, walau tanpa pendidikan dan pengetahuan khusus, pengalamanlah
yang membuat kita menjawab pertanyaan tersebut.
Arti sebenarnya dari perjalanan itu adalah proses
yang dilewati saat melakukan perjalanan tersebut. Saat kaki sudah tak mampu
melangkah dengan wajah layu melihat puncak yang kian lama terlihat semakin
jauh, namun rasa ingin sampai di puncak didorong dengan mental yang tak mau
kalah dengan fisik akhirnya mampu membawa kaki ini menapak puncak tertinggi
perjalanan itu. Atau ketika kaki yang terus melangkah tanpa lelah namun otak
dan pikiran sudah mau menyerah dan memikirkan sesuatu yang indah, “ngapain saya
kesini? enak dirumah, tiduran, nonton tv dan main Playstation“.
Percaya atau tidak, proses itulah yang membuat kita ketagihan dan ingin kembali
merasakan derasnya keringat yang mengucur, bergetarnya kaki saat melangkah, dan
perasaan bebas dari derita saat mencapai tempat yang dituju.
Dan apa tujuannya naik gunung? puncak? keinginan
untuk menaklukan alam? atau hanya sekedar untuk pamer? , semua itu kembali
kepada diri kita masing-masing. setiap manusia berhak menentukan jalan hidup
dan tujuannya, apapun tujuannya naik gunung, siapapun berhak untuk memilihnya.
Setiap orang yang bertanya tentang pertanyaan tersebut pasti juga akan heran,
karena jawaban dari setiap orang tidak akan pernah sama, dan untuk mencari
jawabannya hanya ada satu cara, Mendakilah, dan kalian kan temukan jawabannya
dalam diri masing-masing.
Satu lagi, sugestikan kepada diri sendiri
bahwa tujuan terpenting dari pendakian itu adalah kembali pulang kerumah dan
bertemu keluarga dengan selamat dan sehat wal’afiat, karena percuma jika kita mementingkan
puncak gunung yang sulit diraih namun tidak bisa kembali turun kembali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar